There are currently 500 movies on our website.

Video Bokep – Melanjutkan Telanjang Maki Hojo – Gadis17

15
( High Quality )

Video Bokep – Melanjutkan Telanjang Maki Hojo – Gadis17.Sepulang dari Semarang, untuk beberapa waktu interaksi antara saya dengan ibu mertua saya agak sedikit kaku. Kadang-kadang saya merasa kikuk kalau harus berinteraksi dengan beliau. Kekakuan itu akhirnya berkurang dengan berjalannya waktu.

Apalagi kemudian kami dapat mulai mencicil rumah kami sendiri, dan akhirnya pindah dari rumah mertua saya itu ketika salah satu adik isteri saya lulus dan kembali tinggal diJakarta. Sejak kejadian di Semarang itu saya semakin sering memfantasikan ibu mertua saya maupun memimpikannya ketika tidur. Cukup sering saya merasa khawatir kalau-kalau saya mengigau dan isteri saya mengetahui bahwa saya mendambakan ibunya.

Setelah tinggal di rumah sendiri, saya dapat dikatakan hampir tidakpernah lagi mendapat “pemandangan-pemandangan indah” dari tubuh mertuasaya itu. Dan cukup sering saya kangen padanya. Setelah berjalan beberapa waktu akhirnya saya mulai mengenal internet dan berlangganan pada salah satu internet provider yang cukup baik.

Dari pengalaman menjelajah internet inilah saya mendapatkan beberapa ide sehubungandengan ketertarikan saya terhadap ibu mertua saya. Salah satu ide yangingin saya wujudkan saat itu adalah membuat rekaman video dari ibumertua saya. Untuk itu, terpaksa saya menabung untuk membeli kameravideo.

Setelah kamera video terbeli, saya menjadi rajin mengabadikan acara-acara keluarga dengan kamera tersebut. Tentunya juga denganharapan bahwa ada “pemandangan-pemandangan indah” dari tubuh ibu mertuasaya yang dapat saya rekam. Tapi harapan tidak dapat terwujud. Malahpemandangan indah yang sempat terekam adalah paha-paha dari kakak iparsaya yang bernama Susi dan adik ipar saya yang bernama Lena.

Dengan hasil itu, saya harus puas bermasturbasi hanya dengan memandangirekaman ibu mertua saya dalam pakaian lengkap. Tapi saya tetap sajadapat terangsang hanya dengan pemandangan yang demikian. Khususnya padarekaman yang memperlihatkan ibu mertua saya memakai kebaya. Lekuk-lekuktubuhnya masih dapat terlihat, walaupun ibu mertua itu dapat dikatakanagak kurus.

Pinggul besar yang terbungkus kain itulah yang menggemaskanuntuk dicubit. Saya mencoba untuk menjajaki kemungkinan untuk merekamdi kamar mandi di rumah mertua saya itu, tapi saya tidak dapatmenemukan lokasi-posisi yang aman. Sempat terpikir oleh saya untukmemiliki kamera kecil (Spy Camera) yang sudah mulai banyak ditawarkan di internet saat itu. Namun karena harganya mahal, apalagi dapatdikatakan hanya didistribusikan di Amerika, pikiran itu tidak dikembangkan lebih lanjut.

Kesempatan untuk membuat rekaman yang lebih menarik akhirnya datangjuga. Dalam rangka pernikahan adik ipar saya, kami (saya dan isterisaya) menginap di rumah mertua saya, karena isteri saya saat itu sedanghamil tua dan agak melelahkan kalau harus pulang pergiDepok-Rawamangun.

Ketika menginap itulah timbul ide untuk meletakkankamera di dalam tasnya sedemikian rupa sehingga lensanya masih tetap dapat merekam gambar di hadapannya. Dalam rencana saya, tas kamera ituakan saya letakkan di kamar ibu mertua saya, yang kebetulan juga dapatdikatakan sudah menjadi kamar umum di rumah itu, siapa sajaanak-anaknya yang datang pasti masuk dulu ke kamar tersebut, danbisanya juga menaruh barang-barang di kamar itu.

Setelah mencoba-coba, maka untuk kamuflase saya mempergunakan kainbekas kaos yang berbentuk jaring (jala-jala) yang kebetulan berwarnahitam. Berdasarkan coba-coba itu, saya mendapatkan kesimpulan bahwakain tersebut tidak akan terekam kalau posisi lensa pada tele (jarakjauh) bukan wide (jarak dekat).

Semakin dekat akan semakin jelasterlihat kain tersebut, bahkan dapat dikatakan mendominasi gambar yangterekam. Semakin tele, maka akan semakin kabur gambar kain tersebut.Hasil pertama dan hasil kedua yang saya dapat sangat mengecewakan saya,karena rekaman yang dapatkan hanyalah gambar jala-jala dari kaos hitamtersebut dan beberapa bayangan yang bergerak-gerak.

Setelah pengalaman yang pertama, tadinya saya mengira bahwa yangmenjadi penyebab karena saya menyetel lensa pada posisi wide. Namun,karena pada hasil yang kedua, rekaman yang saya dapatkan juga sama,saya menjadi sedikit penasaran. Setelah dipelajari, akhirnya sayamengetahui penyebabnya. Yakni, karena saya mempergunakan sarana autofocus dari kamera tersebut. Akhirnya setelah saya menyetelnya keposisi manual, hasil yang saya dapatkan cukup memuaskan saya.

Pada usaha yang ketiga, akhirnya saya mendapat rekaman yangmenggambarkan ibu mertua saya sedang berganti baju. Sayangnya, sayatidak mendapat rekaman yang menunjukkan kemaluannya. Hanya payudaranya saja yang telanjang. Namun setidaknya, hasil ini cukup untuk bahan atau alat bantu kalau saya mengkhayalkannya. Apalagi kalau dibandingkandengan gambar jala-jala hitam.

Rekaman yang saya dapatkan ketika hari H dari perkawinan adik iparsaya sungguh mengejutkan dan sangat menyenangkan saya. Karena setelahsaya periksa, banyak sekali terdapat pemandangan sangat indah yanghanya berbaju dalam yang didapatkan.

Payudara-payudara indah dan montok walaupun sebagian besar masih memakai BH maupun paha-paha mulus bukanhanya milik ibu mertua saja, tapi juga milik kakak-kakak ipar, beberapa sepupu isteri saya dan juga beberapa orang tantenya, yang mempergunakankamar tersebut sebagai kamar ganti dan dandan.

Yang paling mengejutkan, dalam rekaman tersebut terdapat pemandangan tubuh bulat polos tanpa sehelai benangpun milik Mbak Uci, isteri dari kakak ipar saya. Walaupun tubuhnya mungil, tapi proporsional dan menawan. Apalagi rambut diselangkangannya terlihat hitam dan lebat sekali. Setelah memiliki rekaman tersebut, obyek fantasi seksual saya pun bertambah. Bukan hanya semata-mata ibu mertua saya, tetapi juga merembet ke yang lain. Tapi,ibu mertua tetap merupakan obyek yang paling favorit.

Sebagaimana umumnya laki-laki lain, saat-saat menanti kelahirananak pertama merupakan saat-saat yang penuh kekhawatiran. Demikian jugapada diri saya. Selain khawatir terhadap keselamatan calon anak, sayasaat itu juga khawatir dengan keselamatan isteri saya. Kekhawatiranyang saya ingat adalah bagaimana nasib bayi saya kalau ibunya tidakselamat (meninggal).

Di tengah kekhawatiran seperti itupun sempatterpikir oleh saya seandainya isteri saya meninggal, maka saya berniatuntuk menjadikan ibu mertua saya menjadi isteri saya. Kalau ingat-ingathal itu, perasaan saya sukar tidak keruan. Tetapi akhirnya, isteri sayadapat melahirkan dengan selamat.

Berhubung anak pertama, maka isterisaya pun meminta ibu mertua saya untuk menemaninya dan mengajarinyater lebih dahulu bagaimana merawat bayi. Artinya, isteri saya memintaibu mertua saya untuk sementara waktu menginap di rumah kami setidaknyaselama seminggu pertama sejak kepulangan dari rumah sakit.

Selama ibu mertua menginap di rumah kami tersebutlah saya dapatmenambah koleksi rekaman video saya. Dan yang terutama adalah rekamanbeliau telanjang bulat di kamar mandi. Kamera video itu sendiri sudahsaya pasang di kamar mandi satu hari sebelum isteri saya pulang darirumah sakit.

Kamera saya letakkan di balik kaca satu arah (one waymirror). Setelah saya memiliki kamera video (handy cam), saya memang membuat rak khusus di kamar mandi yang tebalnya kira-kira 12 cm. Dimana salah satu bagiannya adalah kaca selain bagian-bagian untuk menyimpan handuk, dan perlengkapan mandi lainnya. Di balik kaca tersebut terdapat ruang kosong untuk menaruh kamera video.

Isteri saya tidak mengetahui bahwa kaca yang saya pergunakan adalah kaca one waymirror. Untuk mengurangi resiko ketahuan, bagian belakang kaca tersebut(dalamnya) saya cat hitam agar selalu lebih gelap dari bagian depandari kaca. Di depan kaca tersebut (bagian atasnya) saya pasang lampuneon 15 watt untuk lebih mendukung persembunyian kamera video saya sekaligus juga sebagai sumber listrik jika saya menaruh kamera di balik kaca tersebut. Untuk itu saya memasang satu stop kontak di balik kaca tersebut.

Karena ketebalannya, di rak itu kamera video hanya dapatdiletakkan secara menyamping (lensa tidak langsung berhadapan dengankaca), sehingga untuk dapat merekam situasi di kamar mandi, maka masihdiperlukan satu alat tambahan, yang fungsinya adalah merekam gambar ke samping lensa kamera (bukan ke depankamera). Alat saya dapatkan melalui teman yang pulang dari Amerika keIndonesia. Kalau tidak salah belinya di New York. Harganya sekitar 40 US$. Keberadaan dan fungsi alat itu sendiri saya ketahui dari Majalah.

Ide untuk membuat rak dan membeli alat tambahan tersebut terutama disebabkan karena saya juga ingin memiliki rekaman video isteri saya ketika dia telanjang bulat. Jangankan telanjang bulat, masih memakai pakaian dalam saja ia marah-marah ketika saya mencoba memvideonya.

Selain itu, ketidakmungkinan mewujudkan ide memasang kamera video dikamar mandi di rumah mertua saya, akhirnya saya wujudkan di rumahsendiri. Sejujurnya, pada awalnya tidak pernah terbayang bagi sayakalau pada akhirnya saya memiliki kesempatan untuk merekam ibu mertuasaya. Apalagi sampai berhari-hari.

Hasil rekaman tersebutlah yang saya pergunakan sebagai bahanmasturbasi di hari-hari selanjutnya. Khususnya, ketika saya dan isterisaya tidak dapat melakukan hubungan suami-isteri karena dia barumelahirkan. Tanpa saya sadari sepenuhnya, rekaman-rekaman tersebutjustru membuat saya semakin tergila-gila pada ibu mertua saya.

Bahkan ketika melihat rekaman yang menunjukkan belahan pantat beliau, yaituketika ia membungkuk mengambil sabun yang terjatuh, wowww.., mantap! Disuruh menciumi pantatnya pun rasanya saya mau melakukannya dengansenang hati. Pokoknya, menjadi semakin tergila-gila..

Kira-kira satu minggu beliau menginap di rumah kami dan kemudian kembali ke rumahnya di Rawamangun. Setelah itu, tidak terlalu banyakperubahan atau kemajuan yang saya dapatkan. Paling-paling, koleksivideo bertambah ketika lahir anak saya yang kedua.

Itupun cuma satuhari beliau menginap di rumah kami. Tapi meskipun demikian aku merasa cukup puas dengan kehadiran ibu mertuaku di sampingku. END

3,108 views
COMMENTS Would you like to comment?